Terlintas Kenangan Masa Kecil

Tantangan BPN salah satunya untuk berbagi cerita mengenai kenangan masa kecil kita. Saya mulai dari mana ya ? banyak banget, nano-nano.
Apakah masa kecilmu kurang bahagia? Kalau ada yang bertanya kepada saya demikian, jawabannya saya bahagia-bahagia saja tuh. Tak perlu disesali hehe.

Kami tinggal di sebuah rumah yang lumayan besar, yang memang kebanyakan rumah Jawa ukuranya besar dan luas. Kakek, nenek, ibuk, bapak, paman, saya, dan adek-adek tinggal bersama. Bahkan sampai paman telah menikah dan memiliki anak, kami sempat satu rumah. Keluarga besar sampai sekarang tetap nyatu. Walau ibuk dan paman udah punya rumah sendiri, tapi rumah ibuk dan paman berdempet terletak pada satu lokasi hehe. Kalau diingat-ingat ramai suasana rumah kalanitu, ibaratnya 3 keluarga jadi satu. Saya masih ingat kami dengan polosnya menceburkan diri dan berenang di kolam ikan yang dibuat paman di depan rumah. Sampai diperingatkan beberapa kali pun, saya dengan adek laki-laki saya kala itu tetep doyan main di sana hingga akhirnya kolam itu tak lagi ada karena rumah dirombak.

Saya ingat pula, saya dan adek saya laki-laki kerap menghabiskan waktu bersama dengan ibuk. Sewaktu kecil saya masih ingat betul, sudah mulai renggangnya hubungan antara ibuk dan bapak. Kami tidur di ranjang dengan selambu, ibuk di tengah saya dan adek di pinggir kanan kirinya. Kerap saya dan adek degendong barengan sama ibuk karena pada nggak mau ngalah, maunya sama ibuk terus. Karena jarak usia adek sama saya tak begitu jauh, kami sering dibelikan baju bersamaan dan kadang kembaran. Padahal kami berbeda jenis kelamin, tapi asyik juga punya baju kembaran. Karena itu juga kami tak jarang bertengkar, ingat betul kami sempat gulung-gulung di jalan karena berbebut apa ya lupa. Tapi, tak pernah sampai bertengkar yang gimana-gimana.

Untuk pertama kalinya, saya lihat ibuk melahirkan adek kami. Yah adek saya bungsu saya, perempuan. Betapa antusiasnya saya kala itu punya adek lagi dan itu perempuan. Tapi ya namanya anak kecil dan sama-sama perempuan, suka juga yang namanya tengkar. Haha saya ingat pasti, karena saya nggak mau main sama temen terganggu, saya bohongin dulu si adek. Yah adek suka ngintilin saya kemanapun, saya suruh tidur siang ee pas dia tidur saya tinggal. Kalau diingat-ingat jahat kali ya saya. Malahan sekarang saya yang bisa lepas sama dia, ke mana-mana saya malah minta anter dia. Dan untuk pertama kalinya kami berpisah jauh seperti sekarang. Saudara kek gini kali ya, kalau dekat tengkar, kalau jauh rindu.

Cukup segitu aja yah..
Nggak ada habisnya saya tulis semua, bisa berlembar-lembar hehe.

Tulisan ini diikutkan pada BPN 30 Day Blog Challenge.

#bloggerperempuan#30dayChallenge2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s