Ngeluh Aja, Tapi Segara Bangkit

Rasa-rasanya kalau tak curhat di blog kurang afdol. Blog benar jadi tempat luapan emosi. Padahal saya sudah berjanji bahwa, blog ini harus bebas dari yang namanya curhat. Dipindahin aja ke blog satunya. Tapi, saya merasa di sinilah pembaca seperti kalian yang dengan rela bacaain tulisan gado-gado, curhatan gembel saya. Semacam memberikan energi positif, serasa dapat temen yang mendengarkan betul apa yang saya keluhkan.

Pembukaan yang sangat membual….

Sudah dua kali saya ngerasain yang namanya kuliah itu berat. Ya dua kali, terhitung di minggu lalu dan minggu ini (saat ini). Padahal sebelumnya saya mencoba menikmati perkuliahan ini. Kalau nggak menikmati nggak bakal berjalan mulus. Ya pikir saya kalau yang keluar hanyalah ngeluh, hasilnya juga berat. Kalau keluar dari hati, menerima dengan dibarengi usaha, hasilnya juga enteng-enteng saja. Tapi, entah kenapa dua kali saya ngerasain berat banget.

Hari-hari selalu saya lalui dengan tetek bengek perkuliahan, sebut saja yang paling utama menyelesaikan tugas. Selama itu pula saya njalaninnya ya biasa aja. Karena saya juga tipe orang yang nggak terbiasa nunda pekerjaan. Belajar plus nugas itu setiap hari , nggak usah banyak waktu terbuang (prinsip saya). Ajeg setiap hari, jadi bukan sistem kebut semalem. Tapi, sudah dua minggu ini rasanya semua manajemen waktu pribadi amburadul dan itu sangat berpengaruh akan setiap aspek, terutama mengubek emosi saya.

Kalau udah nunda satu, yang lain bakal keteteran. Mungkin itu sebabnya perasan itu menyergap, nggak enak. Merasakan bahwa tugas itu berat, kuliah S2 itu berat. Saya merasakan, memang ada perbedaan saat kuliah S1 dulu dengan sekarang. Beberapa kali saya dapat cerita dari temen, bahwa pascasarjana itu tanggungnnya lebih berat. Berat, serasa saya diwanti-wanti buat mikirin lagi lanjut atau nggak. Karena ini adalah salah satu impian saya, juga saya tuliskan benar-benar pada botol bintang harapan saya dan terkabul. Saya akan menjadi pengecut menjadikannya beban. Tak patut rasanya. Sedari awal saya yakin saya bisa menjalinnya karena saya rubah prinsip saya. Bahwasannya “menikmati” adalah prinsip terkece yang akan saya pilih. Nggak patut rasanya saya mengeluh dengan hal sekecil ini. Masih banyak di luar sana menanggung beban lebih dari ini. Mengeluh tidak akan membuat saya berpindah, justru tetap pada titik yang sama.

Mungkin perasaan ini muncul ketika kata mengeluh sekali saja sudah keluar dari saya, merembet kemana-mana hingga sekarang. Dan percakapan bersama kawan kos membuat saya tersadar, bahwa semua hal yang dirasakan beban karena pikiran kita sendiri, karena kita yang menciptakannya sendiri. Saat itu menjadi beban, pantas saja kemelut dua kali perasaan itu menjadi momok bagi saya. Pikiran berat itu yang membawa saya akhirnya lalai akan setiap manajemen waktu. Kadang mikir, dunia kek nggak berpihak sama saya #emanghiperbola. Kesal yang berujung pada setiap apa yang dikerjakan nggak pernah bener.

Sebenarnya dari setiap keluhan itu saya tahu jawabnnya. Jawabannya karena saya sudah tak menikmati lagi. Ini adalah keluhan yang sudah saya tahu penyebabnya dan bagaimana mengatasinya. Lalu, saya menuliskan ini sebagai pengingat. Sebagai luapan hati supaya lebih lega. Saya kira memang berbagi dengan kalian di blog ini adalah pilihan tepat (versi saya). Menjadikan saya lebih memahami diri sendiri nantinya. Jadi, banyak yang suport saya pastinya, kalian mbak-mbak, mas-masku πŸ™‚

Apasih apasih…..

Advertisements

11 thoughts on “Ngeluh Aja, Tapi Segara Bangkit

  1. Mungkin apa yang kita jalani sekarang, adalah hidup yang diimpi-impikan orang.

    Di luar sana banyak orang yang tidak punya kesempatan (baik waktu ataupun materi) untuk sekolah. Maka kita yang bisa sekolah, tidak semestinya mengeluhkan beban-beban yang ditanggung.

    Itu ada sekelumit nasehat sahabatku dulu mbak, waktu aku masih sekolah. Mungkin bisa membantumu untuk semangat dan kuat menghadapi tugas dan ujian. πŸ˜€
    Jangan menyerah, ini masih awal. πŸ™†

    Liked by 1 person

  2. iya aku juga kalau lagi stres kuliah ya ngeblog
    tapi akhir-akhir ini udah jarang. blog udah mulai kutata. kalaupun curhat, harus berfaedah. gak bisa yang curhat nyelonong kayak jaman dulu. soalnya pada saat ini, sudah banyak bloger yang kenal aku. malu kadang ya
    ah tau au. bingung.
    hahaha

    Liked by 1 person

  3. Kadang semua org juga sering ngerasa kalo dunia gak perpihak sama kita kok, karena sangkin udh mumetnya kita selalu mikir hidup kita berat banget, padahal setiap orang pasti punya masalah masing2. Tetep semangat yaaa dan jangan lupa bersyukur πŸ™‚

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s