Kesempatan Berharga, Berbagi Kisah dan Pengalaman Seputar PBI di Universitas NU Blitar

Haloha….

Sangat jarang saya nulis tengah malam seperti ini. Alhamdulillah saya sedikit produktif malam ini.

20181006_013838_0001

Saya ingin berbagi salah satu syukur dalam cerita hidup. Sebuah kesempatan berharga ketika saya kembali memutuskan melanjutkan kuliah, Alhamdulillah ada rezeki lain menjemput. Pagi itu ada kabar mengejutkan serta menggembirakan datang dari seorang yang saya anggap kakak. Dulunya kakak kelas jaman SMA dan kakak tingkat jaman kuliah. Tapi, saya baru kenal beliau ketika beliau sudah mau lulus progam magisternya di kampus yang sama. Di sini saya kembali mengenang bagaimana Allah mempertemukan saya dengan Mbak Angga. Memberikan jodoh silaturohim dengan orang yang sebenarnya dekat, tapi tak saling mengenal.

Beliau sekarang mengajar di salah satu kampus swasta di Blitar. Beliau dosen muda dengan satu anak balita yang kerap juga saya kepoin lewat jejaring sosialnya. Sangat jarang saya ketemu Mbak Angga. Sejak pertama kali perkenalan hingga beberapa kali ketemu di kampus saja. Selebihnya saya hanya berhubungan lewat whatsapp saja. Sering Mbak Angga kasih-kasih info seputar menulis dan hal apapun berkaitan dengan profesi saya.

Begitulah cerita singkat saya dan Mbak Angga.

Singkat cerita, pagi hari selepas saya kuliah, (isi chat) saya dikasih kesempatan oleh beliau untuk menjadi tamu di kampusnya. Hah tamu? ya dalam arti saya diudang sebagai penulis. Penulis? saya makin-makin nggak bisa percaya, alias ngebatin “kok sebagai penulis?”. Saya masih belum bisa disebut apa-apa, apalagi penulis. Beliau meminta saya untuk berbagi pengalaman seputar PBI atau Pendidikan Bahasa Indonesia dan menulis. Dan ini yang bikin saya tertarik dan mengiyakan juga, bahwasannya saya akan berbagi info mengenai lulusan PBI yang tak selamanya harus berpatok pada guru saja. Walau saya juga masih terpaku dengan profesi tersebut. Karena sejatinya, seringnya anggapan bahwa jurusan bahasa Indonesia itu kurang keren.

Baca Juga : Berbagi Kisah Jurusan PBI (Pendidikan Bahasa Indonesia), Intipjurusan.com.

Saat itu juga, saya masih nggak habis pikir. Pengen buru-buru kasih kabar ke keluarga dan temen deket. Mungkin hal sepele, tapi buat saya nggak bisa disepelekan. Saya pernah diundang jadi juri perlombaan di sekolah, tepatnya SMA. Tapi, saya nggak pernah merasa se-deg-deg an seperti saat itu. Saya bukan lagi menghadapi anak SMP atau anak SMA yang biasanya saya hadapi sebelumnya (guru dan tentor). Perlu diulang beberapa kali untuk meyakinkan diri sendiri. Dan akhirnya saya pun berangkat menghadiri udangan tersebut sabtu lalu.

Saya tak hanya bertemu dengan Mbak Angga, tapi Bapak/Ibu dosen lainnya di sana. Beliau ramah-ramah, baru saja kenal sudah seperti mengapresiasi saya. Terbesit juga dalam benak rasa kagum bahwa, mereka adalah sosok hebat dan tulus. Beliau benar adanya mengajar dari titik nol karena memang kampus tersebut adalah kampus baru. Saya melihat pemandangan yang jauh berbeda dari keseharian kampus saya. Antara dosen dan mahasiswa jalinan intimnya lebih berasa karena mungkin kampus baru, mahasiswa yang tak terlalu banyak, kampusnya juga dalam masa pembangunan dan sedang dalam proses membangun kampus 2.

Jadi, saat itu adalah masa PKPT, pengenalan kampus, motivasi akan jurusan dengan maba. Saya diundang untuk membantu memantabkan keteguhan para maba saat memutuskan mengambil jurusan PBI. Saya pun menyadari, jurusan ini kadang dianggap tak sekece dengan jurusan lain terlebih dibanding dengan MIPA dan teknik. Saya bukanlah orang yang sukses pada bidang ini. Tapi, pada hari itu saya mantabkan hati untuk berbagi kisah dan pengalaman. Bagaimana saya juga pernah ada pada masa itu hingga saya memutuskan untuk berkuliah lagi di jurusan yang sama. Dan bagaimana saya telah berada pada titik ini.

20181006_014243_0001

Baca Juga : Berbagi Pengalaman Proses Seleksi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Belum pantas rasanya saya disebut sebagai penulis, dianggap berkompeten dengan dunia menulis dan seorang guru. Saya saja belum bisa dinggap baik dan mumpuni untuk menjadi guru sendiri. Tapi, saya menyukai dan bangga terjun di dunia pendidikan. Ada rasa bangga dan rasa-rasa lain yang nikmat, penuh kebahagian ketika saya berhadapan dengan siswa. Ternyata begitupun dengan mereka, mahasiswa baru universitas yang mengundang saya kemarin.

20181006_014428_0001

Masalah kepenulisan, saya hanya berbagi cerita saja seputar saya memulai menulis kembali. Bagaimana saya bisa menyukai dunia menulis ini yang kerap sebagai ajang curhat. Dan bagaimana saya menikmati buah hasil dari menulis. Lebih ke kepuasan hati daripada materi hehe #sokbangetya.

Sekali lagi saya ucapkan terkhusus untuk kakak saya, Mbak Angga. Untuk segenap keluarga kampus Universitas NU Blitar. Bapak/Ibu dosen nan ramah. Pula Himaprodi PBI Universitas NU Blitar. Dan keluarga baru, mahasiswa-mahasiswa PBI Universitas NU Blitar.

20181006_014719_0001

Begitulah cerita saya, pengalaman berharga. Luar biasa…

Advertisements

8 thoughts on “Kesempatan Berharga, Berbagi Kisah dan Pengalaman Seputar PBI di Universitas NU Blitar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s