Setelah Terisolasi dalam Kamar

Kenapa saya masih sempat menulis setiap hari, di sela-sela aktivitas dan setumpuk tugas?

Jawabannya, blog adalah pelarian dari  kepenatan tersebut. Menulis menjadi obat, pemompa semangat tersendiri bagi saya. Mengunjungi blog entah nulis atau berkunjung ke blog teman, nyatanya memberikan energi positif. Pastinya, saya punya teman untuk mengungkapkan segala rasa.

20180909_163644_0001

Dari judulnya dramatis sekali ya. Seperti saya sedang terkurung dalam kesunyian dan kesakitan hehe. Itu saat dimana saya disibukkan dengan beberapa tugas yang membuat saya mengurung diri di kamar hehe. Alhamdulillah sampai detik ini menikmati dengan kuliah saya. Mengerjakan tugas ini bagian dari kuliah, tak perlu ada yang dieluhkan #nyemangatin diri sendiri aha.

Betapa bosennya saya dalam kamar, tembok-tembok ini seakan mengurung saya. Bosen sih kanan-kiri atas-bawah tembok dan atap saja. Jendela kamar pun tak menghadap keluar kos karena kamar saya di lantai bawah. Jendela dibuka masih bertemu dengan tembok. Di sela-sela nugas, hiburan hanyalah mengutak-atik ponsel dan laptop dengan dukungan penuh wifi kos. Tapi, tetap saja bosen. Apalagi malah nimbun penyakit keseringn mantengin instagram.

Keluar kamar cuma buat masak (eh masak ringan hehe), ke kamar mandi, ke kamar temen, udah gitu aja. Kalau tambah bosen nugas tidur adalah pilihan terbaik. Libur 3 hari benar saya manfaatkan buat nugas, saya nggak suka sistem kebut semalam biar saya bisa nonton dan baca-baca jika tugas berkurang atau bahkan selesai.

Saya cukup bahagia sabtu pagi akhirnya keluar kos. Menikmati perjalanan sendiri dengan angkutan umum. Sangat puas bisa mengisi daya semangat pagi itu. Malamnya saya mengiyakan ajakan adek kelas SMA Ticha buat jalan-jalan ke Matos. Walau hanya pindah tempat makan setidaknya saya nggak lihat tembok dan tugas menumpuk terus hehe. Dan ketemu adek kelas yang dekat pula sama saya. Sudah 5 tahun saya pisah sama dia, dia kuliah di Jerman.

Sedikit cerita, sisi nggak baik dari seorang saya. Saya hanya akan bertemu dan jalan-jalan dengan orang tertentu, yang saya mau dan kehendaki. Saya nggak nyaman orang  mengusik zona pribadi jika itu nggak saya kehendaki.

20180909_184809_0001

Advertisements

11 thoughts on “Setelah Terisolasi dalam Kamar

  1. aku juga nyaman di kamar kosan
    jendela dan pintu langsung menghadap keluar sih, di lantai 2. jadinya bertemu dengan atap lantai 1. ada pohon2nya juga.
    jadi enak sih, ngerjain tugas, ngeblog, dengan pemandangan yang gak membosankan
    hohooo

    sorry malah bikin iri
    hahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s