Ini Sesungguhnya Sebuah Arti

DSC_0310

Disela-sela tugas nan menumpuk, tapi baru beberapa saja yang berhasil saya pegang dan dilahap.

Bukan sekarang saja, ketika saya kembali merantau merindukan mereka. Semenjak kita di kota yang sama tapi jarang sekali untuk bertemupun, rindu juga bisa mampir. Dan nggak bisa dipungkiri, teman adalah salah satu warna dalam kehidupan yang kita jalani.

Alhamdulillah saya punya banyak teman, laki maupun perempuan. Beda usia pun juga ada. Mereka baik sekali kepada saya karena dulunya saya adalah orang yang sangat mudah berbaur dengan lingkungan baru. Mendapatkan teman itu tak sulit buat saya, apalagi semenjak SMA saya makin bisa bersosialisasi dengan baik.

Teman yang nggak butuh saya buat berpura-pura salah satunya adalah mereka. Bukan niat kami mengotak-ngotakkan sebuah pertemanan. Tapi, semua akan terungkap siapa saja dari banyak teman yang benar-benar teman untuk kita. Masing-masing dari kita punya kehidupan baru semenjak kita kuliah hingga kerja. Kita semakin punya banyak kolega, teman baru juga tentunya. Kami tak membatasi dengan siapa saja kita berteman. Itu bukan urusan yang harus kita ikut campuri.

Namun, ada kalanya kita kembali dalam suatu kesempatan dimana kita saling mencurahkan isi hati dengan segala uneg-uneg kehidupan pribadi kita. Saya cukup sering malah, ketika saya penat dengan kerjaan, ada masalah di sekolah, bahkan masalah keluarga, tempat pertama mencurahkan adalah mereka.

Masing-masing kita sudah memahami, bahwa kita nggak selamanya bisa kumpul-kumpul setiap saat seperti dulu. Apalagi rutin merayakan hari jadi masing-masing kita. Kita menyadari semakin kita dewasa kita nggak membutuhkan itu. Nggak membutuhkan untuk selalu ngobrol bersama, main-main dan jalan-jalan, merayakan setiap momen. Cukup kita ada di setiap dari kita merasakan betapa hidup itu penuh warna, pahit, asam, dan manis. Berkeluh kesah dengan orang yang tepat, yang membuat kita nyaman adalah obat terampuh.

Kita nggak harus berkirim pesan setiap hari. Selama kita tahu masing-masing dari kita baik-baik saja, hubungan diam-diam seperti ini akan memberikan ruang privasi tersendiri bagi kehidupan pribadi yang dijalani. Komunikasi itu nggak harus setiap hari, kasihlah privasi bagi diri sendiri. Kadang kita punya keribetan sendiri, nggak harus ngomong dan ada kalanya kita nggak siap buat berbagi. Kita hanya menunggu dengan setia, siapa tahu uluran tangan dan senyuman dibutuhkan.

Kita berteman, tapi jelas jalan hidup yang kita ambil nggak akan pernah sama. Kita berbeda dan karena dengan perbedaan itu kita menjadi rekat. Belajar hidup dari masing-masing kita. Belajar dari setiap cerita, kejadian yang kita alami. Pelajaran hidup dari teman juga salah satu pintu untuk kita selalu berproses menjadi pribadi yang lebih baik.

Advertisements

5 thoughts on “Ini Sesungguhnya Sebuah Arti

  1. BULE (PINK PEOPLE) (ALBINOID NEANDERTHAL)
    Bule adalah makhluk mutasi (subhuman) tanpa warna (blank) dan tanpa rasa (no soul) dengan insting prikebuasan pemangsa sesama (cain baal) modifikasi dari neraka. Bule merupakan mayat hidup (flesh only) yang sering disebut gentile (genital) atau gog magog (draig goch). Bule berfungsi sebagai kontainer gen kematian (neanderthal) yang menyedot segala unsur kehidupan (soulsucker) hingga batas waktu tertentu, kemudian akan dimusnahkan oleh Tuhan. Sebagian besar Bule akan dikembalikan ke neraka beserta pengikutnya. Agenda Bule di dunia untuk menghidupi kepalsuan, termasuk menyesatkan, merusak, meracuni, mencuri, merampok, menjajah, memperdaya, memperkosa bumi dan seisinya. Menurut para peneliti, periode habitasi Bule menjangkiti planet ini sekitar 5500 tahun, kini telah melewati ambang batas 50 tahun lebih. DNA Bule tersusun dari genome neanderthal dan babi (pig) 98%. Bule tidak dapat diklasifikasikan kedalam spesies primata, karena semua primata di planet ini selalu natural equilibrium dengan alam semesta (supreme soul). Bule diklasifikasikan kedalam golongan virus berbadan manusia (parasite). Bule tampak bersih dari luar namun di dalamnya penuh tulang belulang kematian dan kehampaan (empty). Keberadaan Bule di dunia tidak direstui oleh matahari, sehingga tidak menyimpan kehangatan (cold-blooded). Bule tidak paham kebenaran dan kebaikan (blindspot). Bule hanya mengatakan yang bukan kebenaran (pathological liars) karena tiada kebenaran dalam dirinya. Bule hanya dapat meraba kerohanian dengan cara menghitung, mengukur, mengkategorikan, merumuskan. Bule tidak dapat menjabarkan dengan kata yang simple dan akurat. Bule selalu memanjangkan kata melebihi yang dibutuhan. Bahasa bule adalah bahasa yang paling sedikit isinya (berkamus tipis) karena dunianya sempit dan empatinya kecil (heartless). Penalaran bule sangat pendek (short vision) sehingga tidak dapat berpikir jauh dan lurus. Bule dapat melihat pohon tapi tidak dapat melihat hutan. Bule tidak menyadari keberadaanya menjadi beban bagi indigenous dan alam semesta. Bule tidak punya rasa hormat kepada seorang Ibu. Bule membenci Ibu Bumi dan segala unsur tanah, kemudian menginjak-injak ibunya manusia (tanah) tidak bayar (motherfuker). Bule membunuh tuhannya sendiri, kemudian mengganti image dan namaNya menjadi Bule bernama Jesus. Bule memanipulasi kitab menjadi bi-bel untuk menyembunyikan bagian yang menerangkan bahwa sebenarnya Bule adalah anak-anak setan. Bule ingin mengatur semuanya hingga mengubah-ubah ciptaan Tuhan, agar dianggap lebih pintar dari Tuhan. Segala keindahan asli yang disentuh Bule menjadi korup dan mati. Bule suka memperdaya beragam betina yang bukan pasangannya. Bule mencari mangsa seperti buaya albino yang tidak bertahan lama di daratan panas tanpa air. Bule selalu memakai cheat dalam setiap pertandingan untuk menjadi nomor satu. Bule tidak dapat berkompetisi di level yang sama dengan manusia. Bule selalu kalah di kompetisi lari sprint 100m karena tiada celah untuk memakai cheat. Bule adalah cheater atau loser bergaya winner. Bule bermental feminine, yaitu materialistik, narsistik, fashionistik, karena anak lon-the (babylon-the whore prostitute adultery illegitimate bastard). Mental feminine Bule adalah induk yang melahirkan segala kematian dan kejahatan di dunia. Bule mengembangkan alat kejahatan dan kematian (invented evil), merusak dan mengubah flora fauna, memutus rantai makanan, membuat lubang ozon, mengurangi oksigen dan elektron di udara, demineralisasi makanan dan air minum, meracuni sungai dan danau, menggunduli hutan, merobek jaringan bumi, memberantas adat istiadat, memperbudak manusia tanpa bayar, memecah-belah wilayah dan kesatuan bangsa, memenjarakan yang tidak bersalah, membunuh para nabi yang mengajarkan kebaikan, membantai manusia lewat perang demi keuntungan, menyiksa manusia melalui gelombang subatomik, merekayasa sejarah dan kitab suci, membinasakan anak-anak manusia dengan narkotika dan obat-obatan, menjual segala jenis racun farmasi, merusak vibrasi dan frekuensi batin lewat perangkat elektronik, mengganggu pikiran lewat media masa ke level penderitaan yang tidak terbayangkan, memperbudak negeri-negeri lewat hutang, dan mengindustrikan segala kehidupan asli planet ini. Bule tidak tahu bahwa kepintarannya telah merusak segalanya (retarded). Kerusakan bumi akibat Bule terlihat dari foto satelit, bagai penyakit kulit menggurita (parasite) sedang menyedot unsur tanah di muka bumi. Peninggalan Bule berupa bangunan barbar (castle), bangunan penimbun angka (bank), bangunan maksiat (melacurkan ibu), bangunan industri dan tambang lengkap dengan segala bencananya. Bule terus menggali bumi mencari jiwanya, menemukan minyak dan gas jadi polusi dunia, menemukan radioaktif jadi senjata pemusnah masal. Bule akan terus menggali bumi sampai menemukan neraka kemudian masuk kedalamnya. Satu-satunya cara Bule berkembang biak adalah dengan menginjeksi racunnya ke area lain yang bukan miliknya. Semua mati untuk Bule, tapi Bule mati untuk diri sendiri. Hanya ada satu organisme di planet ini yang berpola sama seperti Bule, yaitu Virus. Musuh terbesar Bule adalah kebuleannya sendiri dan musnahnya kebulean adalah kehidupan semuanya. STOP KAWIN CAMPUR.

    Alias:
    Virus.
    Anak Setan.
    Hampir Manusia.

    Penggunaan:
    Bule: “Tuhan Bule memberkati.”
    Srintil: “Go back to Caucasus!”

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s