Makan Malam Manis, Sweet Pea Cafe Blitar

Selepas acara lamaran temen kemarin, malamnya kita kumpul lagi. Rencana di awal hanya kumpulnya ciwi-ciwi aja. Tapi kok sepi hanya kita bertiga, akhirnya ngajak yang lain.

Kita berlima ngumpul lagi selepas magrib (Si Agin nyusul). Rencananya, lagi-lagi kita kepengen nyobain kafe baru di Blitar. Sebulan lebih sepertinya kafe ini berdiri. Kemarin-kemarin mau ke sana, tapi ya gitu nggak ada temen. Nunggu rada sepi juga sih, soalnya pembukaan pertama musti rame-ramenya ini kafe. Makin kepengen saat beberapa temen yang udah ke sana memposting foto-foto mereka. Terlihat dari konsep kafe yang mencolok. Vintage-vintage gitu, mupengnya berlipat ganda.

Alhamdulillah waktu kita ke sana nggak terlalu banyak pengunjung. Kata beberapa temen yang udah pada ke sana, biasanya kita harus reservasi dulu buat dapet tempat. Yah kita niatin aja alias nekat, nanti kalau nggak ada tempat ya ganti tempat lain. Rejeki emang nggak ke mana dong, nggak ramai dong. Lagian dari aku pribadi emang nggak terlalu nyaman ke tempat yang banyak banget orangnya. Mau foto-foto narsis takut dilihatin #nggak deh hehe. Selepas kita nyampek sih pengunjung banyak berdatangan. Makin malam makin menjadi.

Buat sekarang Blitar emang nggak ada matinya ngasih tempat-tempat asyik buat jajan plus tempat ngumpul. Kafe baru banyak bermunculan. Dulunya paling mentok ke warung mi ayam atau bakso, sekarang banyak pilihan tempat untuk menghabiskan waktu bersama.

Baca Juga :

Kuning Namanya

Kuliner Negeri Gingseng

Selain menu, tempat juga menjadi pilihan. Apalagi kalau bukan menyediakan tempat buat mereka yang beranjak remaja plus remaja lain yang beranjak jadi om dan tante (read aku hoho) buat nongkrong. Makin banyak pilihan, makin bingung, dan makin lancar aja buat ngempesin kantong. Tinggal pilih aja yang sesuai selera kalian. Kalau berkunjung ke Blitar udah banyak pilihan, jangan khawatir.

Sweet Pea Cafe adalah tujuan kita malam lalu. Lokasinya di dekat Rumah Sakit Aminah, utara Fjr Bakery. Mudah banget dicarinya, lokasinya pun mencolok. Bangunannya mencolok dari pada yang lain. Dari salah satu kawanku, dia berujar bahwa dulunya bangunan ini adalah rumah sakit. Jadi juga termasuk bangunan dari Rumah Sakit Aminah, tapi udah nggak kepakai. Pun, rumah sakit tersebut juga sudah punya bangunan baru. Tenang, nggak serem kok. Malah diubah cantik, romantis, dan memberikan kesan manis. Walaupun awalnya sempet syok saat si temen cerita.

Konsep kafe ini memang sedikit berbeda dari yang lain. Sepertinya dari beberapa kafe yang aku ulas emang punya ciri khas masing-masing. Kalian bisa pilih di dalam ruangan atau di luar. Cantik-cantik banget, seperti masuk rumah Belanda jika ke bagian dalamnya. Kalau kita milih di luar aja. Aku juga nggak sempet foto-foto ruangan bagian dalamnya, malu hee.

Suasana di luar makin cantik karena terdapat replika sangkar, gede banget. Fotable deh, soalnya di dalamnya juga ada kursi-kursi cantik melingkar. Kita memilih untuk duduk di luar dengan kursi rotan. Di sebelah tempat kita duduk kemarin, juga ada tempat lesehan lengkap dengan tempat duduk empuk gede. Aku nggak tahu sih namanya hehe.

Terakhir jajan sama makan sewaktu acara lamaran temen pagi harinya. Jadi otomatis malam itu aku harus pesen makan. Berat sis, yang berat bukan rindu tapi laper. Kedua temenku juga pesan makan sih. Jadi ini dia beberapa menu yang kita pilih.

Menu

Aku kasih gambar buku menunya dulu ya. Oh ya maaf jika fotonya rada nggak jelas, maklum belum dapat sumbangan kamera #hikss butuh endorse.

Teriyaki Rice Bowl

Ini adalah menu yang aku pesen. Pokoknya harus makan nasi, nggak boleh ngemil. Laparnya udah nggak bisa ditahan. Lagian gambar menunya juga menggiurkan dong. Jadi aku pilih Teriyaki Rice Bowl Chicken. Tampilanya disajikan di mangkuk cantik. Kiranya dikit, pas dimakan banyak banget. Lumayan bikin kenyang. Mengenai rasa standar aja, rada kecewa. Tidak merasakan sesuatu yang berbeda atau mencolok. Rumput lautnya dikit banget, padahal aku doyan banget. Untuk ayamnya seperti ayam bumbu kecap biasa. Yang bikin menggoda sih telur orak-ariknya, tapi terlalu lembek sih kata temen ketika nyobain. Seharga 23 ribu untuk merasakan menu ini.

Sekali lagi, untuk ukuran makanan segini kurang worth it sih. Rasa kurang nendang, nggak ada malah rasa teriyaki sama sekali. Tapi ya sejauh ini puas, kenyang alhamdulillah.

Miso Ramen Shrimp Tempura

Kalau ini pesanan Tutut. Disajikan juga pada mangkuk cantik. Aku fotoin samping menu aku, klop. Kuahnya aku suka, nggak terlalu nyetrong. Tapi ada rasa yang nggak bisa aku jelasin. Aneh, bau sama rasanya agak asing. Mungkin ada beberapa rempah yang aku nggak tahu. Mi nggak terlalu lembek, enak kok. Juga mi-nya tipis-tipis jadi masih bisa anggun buat nikmatin. Kelihatannya biar nggak rakus aja hehe. Tapi kurang porsinya. Menu ini seharga 24 ribu.

Nasi Ayam Sambel Matah

Ini pesanan Deni yang lapar mata dia lihat menunya. Laki sendiri, jadi mau langsung makan berat biar besok nggak makan. Maklum anak kos, hehe bercanda.Tergiur sama telur ceploknya, Ya Allah nggak nahan. Aku sih nyicip sambel matahnya doang. Asin sambalnya, Tutut juga ngerasain gitu. Seharusnya kan sambal matah mentah ya, ini digoreng. Tapi, Si Bos Deni enak-enak aja tuh. Sepering habis tanpa sisa. Lapar bang! Menu ini seharga 25 ribu, waw.

Onion Ring Tempura dan Gyoza

Standar onion ring yang kita tahu. Gembul, enak kok. Nggak banyak tepung, jadi masih kerasa si onion. Bisa baut lauk kres-kres dicampur sama makananku hehe. Gyoza, setelah menuya di depan mata, kalau boleh aku simpulin seperti pangsit goreng atau dimsum goreng isi daging. Kulitnya ngga tebel dan dagingnya juga nggak padet, beda sama dimsung gorengnya Mi Gacoan yang gede-gede. Tapi enak kok, dagingnya kerasa banget. Ini nih menu terendes yang kita cicipin. Kalau dua jajan ini pesanan Silfi, tapi harus rela untuk bagi-bagi. Masing-masing untuk Onion Ring Tempura dan Gyoza seharga 10 ribu dan 15 ribu.

Minuman (Es Kopi Hitam, Ice Tea, Lemon Tea, dan Yakuza Cooler)

Minuman yang kita pesan biasa-biasa ajah, soalnya udah ngebengkak di makanan #jiwairit. Bedanya di pesanan Silfi yakni Yakuza Cooler. Aku sih nggak nyobain. Jadi kata mas pelayan, minuman ini campuran antara yoghrut sama semangka. Dan di atas lingkaran gelasnya dikasih gula warna-warni untuk mempercantik tampilan. Kalau kata Silfi biasa aja, malah kurang nendang si yoghurt.

Ini dia total dari pesanan kita. Kalau untuk sekali dua kali, ibarat kantong tebel boleh banget ke sini.

Kalau pesenan Agin Green Tea sama Kentang Goreng. Nggak sempat fotoin karena dia datangnya telat keburu males hoho. Tapi sempat nyobain kentang gorengnya sih, enak dan gurih.

Pelayanan

Pelayanan yang diberikan sejauh itu kita puas kok. Mas-mas pelayan juga ramah. Kita minta tolong untuk nambah kursi, diambilin. Minta tolong untuk beresin meja kita yang ancur, juga bersedia dengan senyum ramah. Cepat tanggap, puas dong kita.

Tempat

Sekilas sudah aku jelasin di awal ya kalau ada dua konsep untuk kafe ini. Di dalam ruangan dan di luar, dua-duanya cantik menimbulkan keromantasian. Elegan gitu hehe.

Pertama kita datang yang mencolok adalah bagian depan, pintu masuk. Sebelah kiri adalah pintu keluar semacam gerbang mini yang kerap dijadikan lokasi favorit untuk berfoto. Tempatnya juga nyaman, kurang nyaman karena main sama anak laki yang kudu ngerokok #hufet. Fasilitas lain, yang diidam-idamkan buat kaum miskin kuota adalah wifi, lancar dong.

Sayangnya kita nggak sempat foto-foto karena udah asyik sama obrolan kita. Padahal malam itu, aku dan kedua temen perempuan sepakat buat kompakan warna baju. Sayang sekali belum bisa foto di tempat se-elegan ini. Lain waktu lah sambang lagi.

Jadi Sweet Pea Cafe bisa jadi alternatif anak Blitar buat kumpul cantik nan elegan. Nyaman, menghadirkan suasana malam manis. Cocok buat makan malam romantis salah satunya. Bisa juga kalian datang di siang hari supaya dapat suasana terang untuk menjelajah kafe, berfoto-foto cantik.

Mohon maaf ya jika fotonya kurang cantik. Terkendala malam dan hanya pakai kamera hape aja. Eh akunya juga nggak pandai-pandai amat motoin, amatir.

Kalian berminat????

Advertisements

12 thoughts on “Makan Malam Manis, Sweet Pea Cafe Blitar

  1. Gedungnya menarik. Khas bangunan lama. Bekas RS ya mbak, semoga ga ada apa-apanya yg muncul. Hihi bercanda😜

    Kalau belum makan nasi itu belum makan ya mbak namanya. Apalagi kalau lg laper banget, pokoknya kudu nasi.
    πŸ˜…
    Itu gula gula warna warninya bisa dimakan ga, apa hiasan saja. Eh, tp gimana makannya ya.. πŸ˜†

    Liked by 1 person

    1. Iya mbak, menarik banget. No horor ya , jereh hehe…..

      nah bener mbak, lek ugung mangan sego ugung mangan mbak hihihi…
      Bisa kok mbak, tapi susah jilatinnya πŸ˜€

      Liked by 1 person

    1. Iya sih mbak, kalau di Blitar nyesek bnget harga segini. Yang kesini cuma orang berduit atau mereka yg icip, atau yg buat gaya2an (kek aku) nyicip doang haha. Tapi kalau kesana lagi boleh deh suasananya mayan apalagi gratisan siap baris depan haha

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s