Berbicara Mengenai Resolusi Tahunan

Apa kabar resolusi saya di tahun ini?

Setiap tahunnya tak jarang saya selalu membuat resolusi tertulis. Entah jangka panjang atau pun jangka pendek. Bahkan di tahun kemarin saya punya buku khusus untuk banyak impian dan harapan.

Impian tersebut bisa cita-cita saya untuk karir dan pendidikan. Target apa yang ingin saya capai. Misal dari hal terkecil pun, ke tempat yang belum pernah saya kunjungi atau makanan yang pengen saya icip. Pun, ingin menjadi sosok pribadi yang lebih baik, katakanlah dewasa. Bahkan ada pula keinginan tersirat saya yang juga dalam doa tak jarang saya pinta.

Jadi beberapa di antaranya sudah berhasil saya wujudkan, tentunya berkat Allah dan beberapa orang terkasih saya. Sebut saja ingin lebih giat menulis. Saya ingin lebih mendalami apa yang menjadi kesenangan baru selepas kuliah. Tersirat bangga dan menyadari bahwa saya bisa menulis, bahwa saya tak patut minder dengan bakat yang kata orang itu susah.

Ya benar, saya sendiri masih kesulitan dalam menulis. Sekarang pun masih iya, lha wong isi blog kebanyakan curhat. Yang semua itu lancar jaya ketika jari-jari ini menari pada keyboard.

Pertama, saya kepengen sekali buat blog. Sebenarnya saya sudah beberapa kali bikin blog dan satu di antaranya masih saya ingat. Satu blog itu malah sempat berkibar di masa kuliah saya. Blog itu saya beri nama manis #keknamakucinghaha. Ya walau hanya jadi konsumsi pribadi. Namun, saya ingin menjadikan menulis sebagai makanan pokok yakni dengan menghidupkan kembali blog milik saya.

Hal itu masih dalam bentuk resolusi tulisan karena ternyata di awal hanya sebatas angan saja. Jadi kala itu belum sama sekali tergugah untuk segera merealisasikannya. Hingga tak disengaja saya buka blog pribadi salah satu blogger sebut saja mas Sandi Iswahyudi. Saya suka gaya penulisan beliau yang santai. Apalagi saat itu si mas blogger menuliskan banyak wisata daerah dan wisata kuliner di Kota Malang dan Batu di antaranya. Dan dari blog ini juga saya mulai menjelajahi akun-akun blog lain saya temukan secara acak.

Hingga saya menemukan pula blog milik Kak Fasya. Dari blog kakak super gahul dan asyik ini, saya pun mengenal wordpress. Dari situ saya punya keinginan bikin blog baru dengan menggunakan wordpress.

Kira-kira saya bikin di awal tahun, tapi saya bingung otak-atiknya. Hingga di bulan September tahun lalu keinginan saya semakin menggebu buat bikin blog. Wadah menyalurkan apa yang saya miliki yakni nerocos lewat tulisan. Selain itu, semakin saya mengunjungi banyak blog semakin tambahlah hasrat mengisi blog tercinta.

Tampilan blog sekarang rada lumayan berkat bantuan Dek Wawa asal Medan, yang dengan sabar memandu hanya lewat chat. Kala itu saya nggak tahu apa-apa akan wordpress ini, walaupun sekarang pun juga masih.

Kedua, setelah bikin blog saya pengen jadi penulis. Setelah bikin blog yang malah dianggurin, saya kepengen banget jadi penulis. Entah seorang penulis itu diartikan seperti apa. Dan itu juga saya tuliskan dalam buku resolusi tahun 2017. Malah dengan bangga saya tulis dengan sebutan blogger.

Selain ingin jadi penulis di blog pribadi saya kepengen juga nulis di media sosial. Mulai tahun kemarin iseng-iseng aja daftar freelance di beberapa media cetak (intip salah satu tulisan saya di Oknwes.co.id yakni :

  1. Literasi dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013.
  2. Inilah Harapan Bimtek Guru Sasaran Pelaksanaan Kurikulum 2013.

Kecanduan juga nulis di Cipo.Saya menjadi antusias untuk mengikuti beberapa event perlombaan menulis. Pede aja, walau tangan ini kagak lihai bener nuangin ide. Saya juga rajin menelusuri akun perlombaan baik di IG dan facebook. Yah sekarang malah udah nganggur tuh akun, nggak pernah disamperin.

Ketiga, ini terkait tempat yang ingin saya kunjungi dan makanan yang ingin saya cobain. Saya akhirnya keturutan nikmatin Bakso Klenger Mas Agus. Padahal banyak penjual bakso menjamur di kota Blitar, tapi saya penasaran sih dengan bakso ini. Beberapa kali saya ingin mencicipi selalu saja tutup. Tenyata tempat makan ini mati suri untuk beberapa bulan dan akhirnya buka di tempat baru.

Saya kepengen banget berkunjung ke rumah kawan kos saya, salah satunya Ziyda. Dia adalah kawan yang mengajak saya pertama kali ngekos bareng dia, akhirnya pula saya memilik keluarga baru yang membuat cerita rantau saya lebih bermakna.Di tahun kemarin juga, saya bisa mengunjunginya di tepat momen spesialnya hari pernikahan Zidya.

Pun, rumah kawan kos lainnya adalah Ani. Sekali mendayung dua pulau terlampaui. Jadi sebelum ke pernikahan Ziyda saya putuskan menginap di rumah Ani walau hanya semalam saja. Keluarga Ani nan sederhana menyambut saya dengan baik.

Oke tempat wisata di Batu masih ada beberapa yang belum pernah saya kunjungi, salah satunya Jatim Park 1. Di tahun kemarin saya akhirnya ke sana, dadakan pula. Selain bersama sahabat saya, saya juga seneng bisa ngajakin adek dan sepupu dengan uang gajian saya #rada foya-foya waktu itu.

Omah ketan, ya di tahun kemarin keinginan saya terwujud juga. Bukan karena saya nggak pernah ke sana, melainkan kafe dengan menu utama ketan ini pindah tempat. Dan saya ingin sekali mengunjungi serta mencici menu barunya.

Kediri Mall, lagi-lagi di tahun kemarin kesampaian lagi. Saya udah pernah ke sana sih, tapi belum pernah menikmatinya agak lama. Di tahun kemarin menginap di rumah adek angkat saya beberapa hari dan saya minta ajakin ke sana. Hee maklum di Blitar belum ada mall.

Korea Fooddi Blitar yang memang harganya harus ngelirik kantong dulu. Di tahun kemarin saja pas pertama kali nyob, juga rada kaget. Untung saya udah kerja #wahasombong.

Mungkin itu saja, beberapa dari resolusi remeh di tahun kemarin. Kalau saya tulis secara lengkap bisa panjang urusannya.

Untuk tahun ini bagaimana? Saya punya kok harapan yang ingin saya capai di tahun ini, bahkan di tahun-tahun berikutnya ketika saya dikasih umur panjang sama Allah. Namun di tahun ini berbeda, bahkan saya tak menorehkan sedikit tinta pun dalam sebuah buku. Resolusi ada di pikiran dan sanubari saya. Juga nggak sedikit, banyak kok. Bahkan ada beberapa keinginan di tahun kemarin yang masih saya ingin capai di tahun ini.

Lalu??? Saya ingin menyimpannya dulu sebagai aset pribadi #wahabelaguemang.

Advertisements

14 thoughts on “Berbicara Mengenai Resolusi Tahunan

  1. Semoga resolusinya terwujud ya, mbak. Bnyak jg sy tu baik tertulis ataupun dlm pikiran.

    Sy sih sama gak nuliskannya, harapan thn llu jg ada yg gak kcapai, jd skrg flow with the water aj lah…

    Oya, blogmu bnyak jg ternyata…lumayan sibuk klau ngelola bnyak gitu..

    Like

  2. Syukur deh mba kebanyakan resolusi tahun kemarin tercapai. Semoga tahun ini juga. Aamiin

    Kalo saya ngikut mas desfortin lagi ngikutin arus saja, soalnya banyak yang kemarin gak kesampaian. Hhiii

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s