Cerita di Hari Minggu

Hari libur buat saya adalah bonus. Bonus hibernasi dan bonus main. Anak perempuan jika di hari libur juga tak luput untuk membantu pekerjaan rumah. Begitupun saya, setelah 6 hari bekerja di hari libur inilah pekerjaan rumah menumpuk. Apalagi kalau bukan cucian yang menumpuk, tumpukan baju yang harus  disetrika, dan rumah yang harus dipel setiap minggunya. Jika urusan menyapu masih sempat, namun jika harus beberes mendatail hari biasa tak begitu bisa. Pun, kadang dapat songkongan bantuan dari ibuk. Biasa ibuk mencucikan baju dan mensetrikakannya, saya sering nggak enak hati tapi juga sering nerima dengan senang hati hiii.

Saya paling suka beberes rumah dan nyuci. Kalau setrika saya tak begitu suka. Saya bisa kok setrika dan sedikit lebih lihai dari si adek. Namun saya rada ndak tahan sama panas setrikaan, gerah dan kadang bikin pusing. Jadi saya nggak bisa berlama-lama setrika.

Itulah pekerjaan wajib di hari libur. Sudah jadi kewajiban seorang anak , apalagi saya anak perempuan. Mau bangun siang mah kagak bisa, selain nggak biasa (kecuali jika badan capek banget) pun harus selalu siap dapat omelan dari ibuk tiap pagi.

Gema kawan saya, yang hampir satu tahun bekerja di Jakarta, di perusahaan penyedia jasa hukum (saya nggak bisa ngungkapin detailnya). Tiap kali dia pulang selalu disempatkan untuk bersua. Dia adalah salah satu kawan yang sangat saya hormati. Bagaimana tidak, dia salah satu sosok yang menyokong saya sampai saat ini. Tiap kali saya dapat masalahpun tak jarang saya lari ke dia, selain Tutut dan Zahwa. Kedua orang tua sayapun sudah mengenal baik dengannya. Dari SMA kita bersama, hingga sampai saat ini silaturohim masih terjaga baik.

Sabtu malam Gema meng-sms saya ngajak ke Kampung Cokelat Blitar. Tiga tahunan ini wisata kampung cokelat ini menjadi salah satu daya tarik wisata kota Blitar selain Makam Bung Karno. Saya sudah berkujung beberapa kali kesana, dari dulu yang awalnya lahan pohon cokelat dengan tempat duduk seadanya hingga sekarang yang sudah dibangun sedemikian rupa. Lahannya tambah luas, yang ditawarkan dari wisata inipun beragam. Tempatnya juga jadi lebih asyik, cocok sekali untuk wisata keluarga.

Sebenarnya saya ingin mengulas si Kampung Cokelat ini, namun karena banyaknya pengunjung di hari minggu saya tak sempat memfoto berbagai hal. Saya malas hii, jadi kemarin murni hanya jalan-jalan saja.

Baca juga :

  1. Putra Sang Fajar, Museum Bung Karno.
  2. Bung Karno dan Istana Gebang Bak Surga.

Kami berempat, saya, Gema, Tutut, dan Zahwa sepakat berangkat pukul 10-an. Yang namanya perempuan selalu molor, kita bertiga si perempuan manja baru berangkat dari rumah sekitar pukul 11-an. Kita bertemu Gema di tempat, karena rumahnya tak begitu jauh dari tempat wisata ini.

Di hari minggu pengunjungnya lumayan banyak, apalagi dari luar kota. Dilihat dari banyaknya kendaraan besar terparkir. Wisata ini tergolong murah, hanya dengan 5 ribu saja kita sudah dapat masuk area ini.

Banyak yang berubah dari tempat ini setelah saya beberapa kali kesini. Ya lumayanlah dapat menampung banyak orang.

Kami sepakat untuk muter-muter dulu sebelum cari tempat untuk bersantai. Mengunjungi tempat oleh-oleh cokelat dulu yang letaknya di belakang. Kali ini si Zahwa berperan jadi guide, karena hampir sebulan sekali dia datang kesini, entah urusan sekolah atau hanya sekedar main.

Si Gema nggak beli apa-apa. Saya kira dia akan berbelanja sebagai oleh-oleh untuk rekan kerjanya, ee ternyata malahan si Tutut yang borong. Memang ini anak kelewat boros, mau dinasehatin kek apa ya kagak bisa karena dia udah kalap duluan. Percuma.

Setelahnya kita masih asyik berjalan sembari mengobrol. Suasana ramai tak begitu nyaman untuk mengobrol. Jadilah kita putuskan untuk mencari tempat agak sepian, di ujung barat lokasi wisata ini.

Memang bawaan ya, yang doyan foto si perempuan. Untuk beberapa menit Gema dicuekin dulu sama kita, karena kita nemu spot foto hii. Setelah puas, barulah kita duduk di tempat yang menjadi pilihan Gema. Kita pesan minum dan makan.

IMG-20171203-WA0022

IMG-20171203-WA0019

Nah nggak enaknya kami, tiap kali jalan sama Gema selalu dibayarin. Dia memang lebih makmur daripada kami, jika mandang gaji ya. Tapi semasa sekolah dulupun dia memang royal kagak pelit. Berasa dia ngemong tiga perawan.

Entah kenapa, saya selalu kagak bisa nolak untuk sekedar bersua dengannya (kecuali benar-benar nggak bisa). Dia pulangkan tujuannya untuk menuntaskan rindu dengan keluarga dan teman. Apa salahnya kita menuntaskan rindunya, toh nggak butuh waktu lama. Sayapun sempat dilema mau berangkat atau tidak, karena di rumah banyak saudara. Saudara dari Sidoarjo yang menghabiskan liburannya di Blitar sembari ngerampok rambutan di rumah kami hiii. Saya ijinnya sama ibuk nggak sampai siang, soalnya Tutut juga kerja sorenya.

IMG-20171203-WA0044

Banyak yang kita obrolin sambil makan. Kebanyakan kita bercerita tentang kerjaan kita, kehidupan kita, yang tak lupa dibumbui guyonan. Hampir 3 jam-an kita menghabsikan waktu bersama. Dan menurut saya itu sangatlah singkat, karena biasanya saya bisa main sampai beberapa jam hii.

Kuburan adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah dengan silaturahim.

(Sumber : Kumpulan Kata Mutiara).

 

 

 

Advertisements

23 thoughts on “Cerita di Hari Minggu

      1. Iya sih aku juga ini nyempetin mas, cuma paling sering ketmu ya sama temen seng kerjane sama2 di Blitar juga 😊

        Iya mas gg leluasa mau foto2 hiii

        Like

  1. Assalamualaikum…..

    Seneng bacanya, saya juga jarang pulang kampung. Tapi ketika pulang, saya akan coba mengumpulkan teman dekat, saling bercerita hingga larut malam.

    Baca sampai akhir, eh tulisan (Kuburan adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah dengan silaturahim) ini menggugah saya untuk berkomentar.

    Wassalam,

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s